Halmahera Selatan, SUARA RAKYAT INDONESIA NEWS  –Suasana Desa Mandowong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, mendadak geger pada Rabu (15/10/2025) sore. Seorang pria berinisial FS, yang diketahui merupakan oknum wartawan dari media StarBPKNews, diduga digerebek istri sahnya saat tengah berduaan dengan seorang wanita berinisial S.A di salah satu kamar indekos yang terletak di depan area pemakaman desa tersebut.

Menurut keterangan sejumlah saksi, penggerebekan terjadi sekitar pukul 14.00 WIT, ketika istri FS yang telah lama mencurigai gelagat suaminya, membuntuti hingga ke lokasi. Kecurigaan itu muncul karena FS sering pulang larut malam dan beralasan tengah menjalankan tugas peliputan.

Begitu pintu kamar terbuka, emosi sang istri tak terbendung. Ia sempat meluapkan kemarahan kepada perempuan yang diduga berselingkuh dengan suaminya. Warga sekitar yang mendengar keributan segera berdatangan untuk melerai agar situasi tidak berujung kekerasan.

Seorang saksi mata mengatakan, suasana di sekitar tempat kejadian cukup tegang. “Kami hanya berusaha memisahkan mereka. Istrinya sangat marah karena katanya sudah lama mencurigai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, istri sah FS mengaku sangat terpukul dan berniat melaporkan dugaan perselingkuhan tersebut ke pihak kepolisian.

“Saya sudah cukup sabar. Kali ini saya akan laporkan perbuatan mereka supaya ada keadilan,” ucapnya dengan nada tegas saat ditemui wartawan di sekitar lokasi.

Sementara itu, FS dan S.A dilaporkan langsung meninggalkan tempat kejadian usai peristiwa tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun dari media tempat FS bekerja.

Kasus ini menuai perhatian masyarakat Desa Mandowong. Banyak pihak menilai, perilaku tidak pantas dari seseorang yang berprofesi sebagai wartawan dapat mencoreng nama baik profesi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap media.

“Sebagai wartawan, seharusnya menjadi teladan dalam menjaga moral dan integritas. Kalau benar ini terjadi, tentu sangat disayangkan,” tutur salah satu tokoh masyarakat setempat menutup komentarnya.

Tim Redaksi